SEBAB KOMENTAR


 

Pagi hari di Kediri dengan cuaca mendung berawan abu. Aku yang merasa dingin,  mencari kehangatan dengan menyeduh jahe instan sachetan yang dibeli ibuku rentengan. Banyak sekali. Sebab ayah, ibuku suka dengan rasanya.

Aku tak akan berbicara tentang jahe instan, atau cuaca mendung yang cukup menggigilkan badan. 

Ini tentang satu komentar di platform video tiktok. Yang bertuliskan 

"KALAU MIMPIMU BELUM BERHASIL, JANGAN UBAH MIMPINYA. TAPI UBAHLAH STRATEGINYA" -netizen tiktok (G-ZERO)

Saat membacanya, aku yang minggu-minggu ini merasa overthingking dengan segala kemalasanku. 

"Aku uda bergerak, tapi kok masi stuck ?"

"Kayanya harus keluar dari zona nyaman"

"Takut, kalo aku menghianati waktu"

Pikiran-pikiran semacam itulah, yang datang silih berganti memenuhi aktivitas otakku.

Jujur, sebenarnya aku juga tidak ingin memiliki kekhawatiran berlebih terhadap segala usaha yang aku kerahkan. Kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu aku takutkan. Namun, dengan segala sikap naif dan bodonya aku. Dengan sengaja aku malah membuka pintu "takut" itu semakin lebar. Hingga pagi ini, aku membaca sebuha komentar.

Begitu besar dampak yang komentar itu berikan. Contohnya saja, kau bisa membaca tulisanku saat ini bukan ? Ya benar. Salah satu dampak nya adalah, aku mulai menulis lagi. Meski aku tidak tau, akan seperti apa nanti penutup kalimat di bawah. hahaha. 

Aku juga memiliki mimpi. Mimpi di masa kecil, remaja, dan dewasa. Bermacam-macam, dan sedang diusahakan (mungkin) haha.

Satu hal yang pasti, aku telah memiliki mimpi sedari dulu. Bagiku mimpi-mimpi itu hanya formalitas dari seorang "insan". Namun lambat laun, aku mulai menyadari. Bahwa mimpi-mimpi itu, yang mengisi tujuan dan gairah hidupku. Yaah, meski kita tidak tau pasti apa yang akan Tuhan beri. Terpenting kita bermimpi-beraksi-dan berserah diri bukan ?

Kembali pada tulisan G-ZERO. Siapapun kamu, terimakasih telah menuliskan kalimat tersebut. Kalimat yang kau tulis, berhasil membuat satu gadis yang terlalu khawatir akan mimpinya, berhasil sedikit bangkit dan berfikir bahwa bukan salah mimpinya. Namun pemilik mimpi itu yang harus lihai dengan strategi untuk mewujudkannya. 

Fyuh, akhirnya aku akan berhasil memberikan kalimat penutup yang kurasa cukup relevan dengan paragraf-paragraf sebelumnya. 

Hari ini aku belajar, bahwa apapun mimpi kita usahakan-usahakan! Dan berjanjilah pada diri sendiri untuk mewujudkannya. Dan bilamana kita merasa, mimpi itu tak kunjung nyata, ingat. Itu bukan salah mimpinya. BUKAN. Namun, bagaimana kita mengambil jalan dan strategi untuk menjadikan ia sebagai "Mimpi Yang Terwujud". Pada hari ini juga aku belajar lagi, kita tidak tau perbuatan yang mana, yang bisa mengubah dan memberikan dampak pada orang lain. Entah itu buruk atau baik. Oleh karena itu, semoga kita selalu berlaku, bertutur, dan berfikir dengan hal-hal yang baik. Sebab kita tidak tau, akan ada hal luar biasa apa yang akan ditimbulkannya. 

Sekali lagi, terimakasih kepada orang-orang yang serlaku baik. Kebahagiaan , kesehatan semoga selalu beriringan. Serta maaf, bila kalimat yang kutuliskan di 5 Maret ini menjadikan hati dan otak kalian tambah overthingking. Mwehehehehehe. 

Salam untuk keluarga. Aku Silky Sabella. Undur diri.


Komentar

Postingan Populer